Modul Al. Quran
| 93 | Adh Dhuhaa | الضØÙ‰ |
|---|---|---|
|
ÙˆÙŽØ§Ù„Ø¶Ù‘ÙØÙŽÙ‰
1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik, |
||
|
ÙˆÙŽØ§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙŠÙ’Ù„Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ سَجَى
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), |
||
|
مَا وَدَّعَكَ رَبّÙÙƒÙŽ وَمَا Ù‚ÙŽÙ„ÙŽÙ‰
3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu(1582). [1582] Maksudnya: ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w. terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata: â€Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanyaâ€. Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu. |
||
|
ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù خَيْرٌ لَّكَ Ù…ÙÙ†ÙŽ الْأÙولَى
4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan) (1583). [1583] Maksudnya ialah bahwa akhir perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian ahli tafsir yang mengartikan â€akhirat†dengan â€kehidupan akhirat†beserta segala kesenangannya dan â€ula†dengan arti â€kehidupan duniaâ€. |
||
|
وَلَسَوْÙÙŽ ÙŠÙØ¹Ù’Ø·Ùيكَ رَبّÙÙƒÙŽ
Ùَتَرْضَى
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya (*) kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas. (*) Menurunkan wahyu, memberikan pimpinan dan pengetahuan kepada Nabi Muhammad sehingga beliau menjadi bersenang hati, karena telah mendapat jalan untuk memimpin ummatnya ke jalan yang baik. |
||
|
أَلَمْ ÙŠÙŽØ¬ÙØ¯Ù’ÙƒÙŽ يَتÙيماً Ùَآوَى
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu ? |
||
|
وَوَجَدَكَ ضَالّاً
Ùَهَدَى
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung(1584), lalu Dia memberikan petunjuk. [1584] Yang dimaksud dengan â€bingung†di sini ialah kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad s.a.w. sebagai jalan untuk memimpin ummat menuju keselamatan dunia dan akhirat. |
||
|
وَوَجَدَكَ عَائÙلاً Ùَأَغْنَى
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. |
||
|
Ùَأَمَّا الْيَتÙيمَ Ùَلَا تَقْهَرْ
9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. |
||
|
وَأَمَّا السَّائÙÙ„ÙŽ Ùَلَا تَنْهَرْ
10. Dan terhadap orang yang minta-minta (*), janganlah kamu menghardiknya. (*) Orang miskin yang minta sedekah, atau orang bodoh yang minta ilmu pengetahuan |
||
|
وَأَمَّا بÙÙ†ÙØ¹Ù’مَة٠رَبّÙÙƒÙŽ ÙÙŽØÙŽØ¯Ù‘ÙØ«Ù’
11. Dan terhadap ni'mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (*) (*) Karunia berupa pengetahuan kenabian, Al Quraan dan agama Islam hendaknya disebar luaskan kepada yang lain. |
||







