Modul Al. Quran
| 59 | Al Hasyr | Ø§Ù„ØØ´Ø± |
|---|---|---|
|
سَبَّØÙŽ Ù„Ùلَّه٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠وَهÙÙˆÙŽ الْعَزÙيز٠الْØÙŽÙƒÙيمÙ
1. Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. |
||
|
Ù‡ÙÙˆÙŽ الَّذÙÙŠ أَخْرَجَ الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ù…Ùنْ Ø£ÙŽÙ‡Ù’Ù„Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨Ù Ù…ÙÙ† دÙيَارÙÙ‡Ùمْ
Ù„ÙØ£ÙŽÙˆÙ‘َل٠الْØÙŽØ´Ù’ر٠مَا ظَنَنتÙمْ Ø£ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ùوا وَظَنّÙوا أَنَّهÙÙ… Ù…Ù‘ÙŽØ§Ù†ÙØ¹ÙŽØªÙÙ‡Ùمْ
ØÙصÙونÙÙ‡ÙÙ… مّÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ÙَأَتَاهÙم٠اللَّه٠مÙنْ ØÙŽÙŠÙ’ث٠لَمْ ÙŠÙŽØÙ’ØªÙŽØ³ÙØ¨Ùوا وَقَذَÙÙŽ
ÙÙÙŠ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡ÙÙ…Ù Ø§Ù„Ø±Ù‘ÙØ¹Ù’بَ ÙŠÙØ®Ù’Ø±ÙØ¨Ùونَ بÙÙŠÙوتَهÙÙ… Ø¨ÙØ£ÙŽÙŠÙ’دÙيهÙمْ وَأَيْدÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùينَ
ÙÙŽØ§Ø¹Ù’ØªÙŽØ¨ÙØ±Ùوا يَا Ø£ÙولÙÙŠ الْأَبْصَارÙ
2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama [1464]. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mu'min. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. [1464] Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah. |
||
|
وَلَوْلَا Ø£ÙŽÙ† كَتَبَ اللَّه٠عَلَيْهÙÙ…Ù
الْجَلَاء لَعَذَّبَهÙمْ ÙÙÙŠ الدّÙنْيَا ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ùمْ ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù عَذَاب٠النَّارÙ
3. Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka. |
||
|
ذَلÙÙƒÙŽ Ø¨ÙØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ùمْ شَاقّÙوا اللَّهَ وَرَسÙولَه٠وَمَن ÙŠÙØ´ÙŽØ§Ù‚ّ٠اللَّهَ ÙÙŽØ¥Ùنَّ اللَّهَ شَدÙيدÙ
الْعÙقَابÙ
4. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. |
||
|
مَا قَطَعْتÙÙ… مّÙÙ† لّÙينَة٠أَوْ تَرَكْتÙÙ…Ùوهَا قَائÙمَةً
عَلَى Ø£ÙØµÙولÙهَا ÙÙŽØ¨ÙØ¥Ùذْن٠اللَّه٠وَلÙÙŠÙØ®Ù’زÙÙŠÙŽ الْÙَاسÙÙ‚Ùينَ
5. Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya [1465], maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik. [1465] Maksudnya: pohon kurma milik musuh, menurut kepentingan dan siasat perang dapat ditebang atau dibiarkan tumbuh. |
||
|
وَمَا Ø£ÙŽÙَاء اللَّهÙ
عَلَى رَسÙولÙÙ‡Ù Ù…ÙنْهÙمْ Ùَمَا أَوْجَÙْتÙمْ عَلَيْه٠مÙنْ خَيْل٠وَلَا رÙكَابÙ
ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙنَّ اللَّهَ ÙŠÙØ³ÙŽÙ„Ù‘ÙØ·Ù Ø±ÙØ³Ùلَه٠عَلَى Ù…ÙŽÙ† يَشَاء٠وَاللَّه٠عَلَى ÙƒÙلّ٠شَيْءÙ
قَدÙيرٌ
6. Dan apa saja harta rampasan (fai-i) [1466] yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan (tidak pula) seekor untapun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap apa saja yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [1466] â€Fai-i†ialah harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Pembagiannya berlainan dengan pembagian â€ghanimahâ€. Ghanimah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. Pembagian â€fai-i†sebagai yang tersebut pada |
||
|
مَّا Ø£ÙŽÙَاء اللَّه٠عَلَى رَسÙولÙÙ‡Ù Ù…Ùنْ Ø£ÙŽÙ‡Ù’Ù„Ù Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±ÙŽÙ‰ ÙÙŽÙ„Ùلَّه٠وَلÙلرَّسÙولÙ
ÙˆÙŽÙ„ÙØ°ÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’بَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكÙين٠وَابْن٠السَّبÙيل٠كَيْ لَا ÙŠÙŽÙƒÙونَ
دÙولَةً بَيْنَ الْأَغْنÙيَاء Ù…ÙنكÙمْ وَمَا آتَاكÙم٠الرَّسÙول٠ÙÙŽØ®ÙØ°Ùوه٠وَمَا
نَهَاكÙمْ عَنْه٠ÙَانتَهÙوا وَاتَّقÙوا اللَّهَ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ شَدÙيد٠الْعÙقَابÙ
ayat 7. Sedang pembagian â€ghanimah†tersebut pada ayat 41 Al Anfal dan lihat not [613] dan [614]. 7. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. |
||
|
Ù„ÙلْÙÙقَرَاء الْمÙÙ‡ÙŽØ§Ø¬ÙØ±Ùينَ الَّذÙينَ Ø£ÙØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ùوا Ù…ÙÙ† دÙيارÙÙ‡Ùمْ وَأَمْوَالÙÙ‡Ùمْ
يَبْتَغÙونَ Ùَضْلاً مّÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽØ±ÙØ¶Ù’وَاناً ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ†ØµÙØ±Ùونَ اللَّهَ وَرَسÙولَه٠أÙوْلَئÙÙƒÙŽ
Ù‡Ùم٠الصَّادÙÙ‚Ùونَ
8. (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah [1467] yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar. [1467] Maksudnya: kerabat Nabi, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil yang kesemuanya orang fakir dan berhijrah. |
||
|
وَالَّذÙينَ تَبَوَّؤÙوا الدَّارَ وَالْإÙيمَانَ Ù…ÙÙ† قَبْلÙÙ‡Ùمْ
ÙŠÙØÙØ¨Ù‘Ùونَ مَنْ هَاجَرَ Ø¥ÙلَيْهÙمْ وَلَا ÙŠÙŽØ¬ÙØ¯Ùونَ ÙÙÙŠ ØµÙØ¯ÙورÙÙ‡Ùمْ ØÙŽØ§Ø¬ÙŽØ©Ù‹
مّÙمَّا Ø£ÙوتÙوا ÙˆÙŽÙŠÙØ¤Ù’Ø«ÙØ±Ùونَ عَلَى Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙÙ‡Ùمْ وَلَوْ كَانَ بÙÙ‡Ùمْ خَصَاصَةٌ
ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† ÙŠÙوقَ Ø´ÙØÙ‘ÙŽ Ù†ÙŽÙْسÙÙ‡Ù ÙÙŽØ£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ Ù‡Ùم٠الْمÙÙÙ’Ù„ÙØÙونَ
9. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Mu- hajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung |
||
|
وَالَّذÙينَ جَاؤÙوا Ù…ÙÙ† بَعْدÙÙ‡Ùمْ ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ رَبَّنَا اغْÙÙØ±Ù’ لَنَا
ÙˆÙŽÙ„ÙØ¥ÙخْوَانÙنَا الَّذÙينَ سَبَقÙونَا Ø¨ÙØ§Ù„ْإÙيمَان٠وَلَا تَجْعَلْ ÙÙÙŠ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙنَا
غÙلّاً لّÙلَّذÙينَ آمَنÙوا رَبَّنَا Ø¥Ùنَّكَ رَؤÙÙˆÙÙŒ رَّØÙيمٌ
10. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: â€Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.†|
||
|
أَلَمْ تَر Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰
الَّذÙينَ نَاÙÙŽÙ‚Ùوا ÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ Ù„ÙØ¥ÙخْوَانÙÙ‡Ùم٠الَّذÙينَ ÙƒÙŽÙَرÙوا Ù…Ùنْ أَهْلÙ
Ø§Ù„Ù’ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨Ù لَئÙنْ Ø£ÙØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ù’تÙمْ Ù„ÙŽÙ†ÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ مَعَكÙمْ وَلَا Ù†ÙØ·Ùيع٠ÙÙيكÙمْ
Ø£ÙŽØÙŽØ¯Ø§Ù‹ أَبَداً ÙˆÙŽØ¥ÙÙ† Ù‚ÙوتÙلْتÙمْ Ù„ÙŽÙ†ÙŽÙ†ØµÙØ±ÙŽÙ†Ù‘ÙŽÙƒÙمْ وَاللَّه٠يَشْهَد٠إÙنَّهÙمْ Ù„ÙŽÙƒÙŽØ§Ø°ÙØ¨Ùونَ
11. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir [1468] di antara ahli kitab: â€Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu.†Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. [1468] maksudnya: Bani Nadhir. |
||
|
لَئÙنْ Ø£ÙØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ùوا لَا ÙŠÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ùونَ مَعَهÙمْ وَلَئÙÙ† Ù‚ÙوتÙÙ„Ùوا لَا ÙŠÙŽÙ†ØµÙØ±ÙونَهÙمْ
وَلَئÙÙ† نَّصَرÙوهÙمْ Ù„ÙŽÙŠÙوَلّÙنَّ الْأَدْبَارَ Ø«Ùمَّ لَا ÙŠÙنصَرÙونَ
12. Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang; kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan. |
||
|
لَأَنتÙمْ أَشَدّ٠رَهْبَةً ÙÙÙŠ ØµÙØ¯ÙورÙÙ‡ÙÙ… مّÙÙ†ÙŽ اللَّه٠ذَلÙÙƒÙŽ Ø¨ÙØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ùمْ قَوْمٌ
لَّا ÙŠÙŽÙْقَهÙونَ
13. Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. |
||
|
لَا ÙŠÙقَاتÙÙ„ÙونَكÙمْ جَمÙيعاً Ø¥Ùلَّا ÙÙÙŠ Ù‚ÙØ±Ù‹Ù‰
Ù…Ù‘ÙØÙŽØµÙ‘ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù Ø£ÙŽÙˆÙ’ Ù…ÙÙ† وَرَاء Ø¬ÙØ¯Ùر٠بَأْسÙÙ‡Ùمْ بَيْنَهÙمْ شَدÙيدٌ تَØÙ’سَبÙÙ‡Ùمْ
جَمÙيعاً ÙˆÙŽÙ‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡Ùمْ شَتَّى ذَلÙÙƒÙŽ Ø¨ÙØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ùمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقÙÙ„Ùونَ
14. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. |
||
|
كَمَثَل٠الَّذÙينَ Ù…ÙÙ† قَبْلÙÙ‡Ùمْ قَرÙيباً ذَاقÙوا وَبَالَ أَمْرÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ùمْ عَذَابٌ
Ø£ÙŽÙ„Ùيمٌ
15. (Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka [1469] telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka [1470], dan bagi mereka azab yang pedih. [1469] Maksudnya: Yahudi Bani Qainuqa' [1470] Maksud â€akibat buruk perbuatan mereka†adalah mereka diusir dari Madinah ke Syam. |
||
|
ÙƒÙŽÙ…ÙŽØ«ÙŽÙ„Ù Ø§Ù„Ø´Ù‘ÙŽÙŠÙ’Ø·ÙŽØ§Ù†Ù Ø¥ÙØ°Ù’ قَالَ Ù„ÙلْإÙنسَان٠اكْÙÙØ±Ù’ Ùَلَمَّا ÙƒÙŽÙَرَ
قَالَ Ø¥ÙنّÙÙŠ بَرÙيءٌ مّÙنكَ Ø¥ÙنّÙÙŠ أَخَاÙ٠اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمÙينَ
16. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: â€Kafirlah kamuâ€, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: â€Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alamâ€. |
||
|
Ùَكَانَ Ø¹ÙŽØ§Ù‚ÙØ¨ÙŽØªÙŽÙ‡Ùمَا أَنَّهÙمَا ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø±Ù Ø®ÙŽØ§Ù„ÙØ¯ÙŽÙŠÙ’Ù†Ù ÙÙيهَا وَذَلÙÙƒÙŽ جَزَاء
الظَّالÙÙ…Ùينَ
17. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا اتَّقÙوا اللَّهَ ÙˆÙŽÙ„Ù’ØªÙŽÙ†Ø¸ÙØ±Ù’
Ù†ÙŽÙْسٌ مَّا قَدَّمَتْ Ù„ÙØºÙŽØ¯Ù وَاتَّقÙوا اللَّهَ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ خَبÙيرٌ بÙمَا تَعْمَلÙونَ
18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
||
|
وَلَا تَكÙونÙوا كَالَّذÙينَ نَسÙوا اللَّهَ ÙَأَنسَاهÙمْ Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙŽÙ‡Ùمْ Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ
Ù‡Ùم٠الْÙَاسÙÙ‚Ùونَ
19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. |
||
|
لَا يَسْتَوÙÙŠ أَصْØÙŽØ§Ø¨Ù النَّار٠وَأَصْØÙŽØ§Ø¨Ù
الْجَنَّة٠أَصْØÙŽØ§Ø¨Ù الْجَنَّة٠هÙم٠الْÙÙŽØ§Ø¦ÙØ²Ùونَ
20. Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung. |
||
|
لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا
Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’آنَ عَلَى Ø¬ÙŽØ¨ÙŽÙ„Ù Ù„Ù‘ÙŽØ±ÙŽØ£ÙŽÙŠÙ’ØªÙŽÙ‡Ù Ø®ÙŽØ§Ø´ÙØ¹Ø§Ù‹ Ù…Ù‘ÙØªÙŽØµÙŽØ¯Ù‘ÙØ¹Ø§Ù‹ مّÙنْ خَشْيَةÙ
اللَّه٠وَتÙلْكَ Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽÙ…Ù’Ø«ÙŽØ§Ù„Ù Ù†ÙŽØ¶Ù’Ø±ÙØ¨Ùهَا Ù„Ùلنَّاس٠لَعَلَّهÙمْ يَتَÙَكَّرÙونَ
21. Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. |
||
|
Ù‡ÙÙˆÙŽ اللَّه٠الَّذÙÙŠ لَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥Ùلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽ عَالÙم٠الْغَيْب٠وَالشَّهَادَةÙ
Ù‡ÙÙˆÙŽ الرَّØÙ’مَن٠الرَّØÙيمÙ
22. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. |
||
|
Ù‡ÙÙˆÙŽ اللَّه٠الَّذÙÙŠ لَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥Ùلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽ
الْمَلÙÙƒÙ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ¯Ù‘ÙÙˆØ³Ù Ø§Ù„Ø³Ù‘ÙŽÙ„ÙŽØ§Ù…Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…Ùن٠الْمÙهَيْمÙن٠الْعَزÙيزÙ
Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙŽØ¨Ù‘ÙŽØ§Ø±Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØªÙŽÙƒÙŽØ¨Ù‘ÙØ±Ù Ø³ÙØ¨Ù’ØÙŽØ§Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ§ ÙŠÙØ´Ù’رÙÙƒÙونَ
23. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. |
||
|
Ù‡ÙÙˆÙŽ اللَّه٠الْخَالÙÙ‚Ù Ø§Ù„Ù’Ø¨ÙŽØ§Ø±ÙØ¦Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØµÙŽÙˆÙ‘ÙØ±Ù لَه٠الْأَسْمَاء الْØÙسْنَى
ÙŠÙØ³ÙŽØ¨Ù‘ÙØÙ Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù…ÙŽØ§ ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَالْأَرْض٠وَهÙÙˆÙŽ الْعَزÙيز٠الْØÙŽÙƒÙيمÙ
24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. |
||







