Modul Al. Quran
| 58 | Al Mujaadila | المجادلة |
|---|---|---|
|
قَدْ Ø³ÙŽÙ…ÙØ¹ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ù‚ÙŽÙˆÙ’Ù„ÙŽ الَّتÙÙŠ ØªÙØ¬ÙŽØ§Ø¯ÙÙ„ÙÙƒÙŽ ÙÙÙŠ زَوْجÙهَا وَتَشْتَكÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ اللَّهÙ
وَاللَّه٠يَسْمَع٠تَØÙŽØ§ÙˆÙرَكÙمَا Ø¥Ùنَّ اللَّهَ سَمÙيعٌ بَصÙيرٌ
1. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat [1462]. [1462] Sebab turunnya ayat ini ialah berhubungan dengan persoalan seorang wanita bernama Khaulah binti Tsa'labah yang telah dizhihar oleh suaminya Aus ibn Shamit, yaitu dengan mengatakan kepada isterinya: â€Kamu bagiku seperti punggung ibuku†dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli isterinya, sebagaimana ia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat Jahiliyah kalimat zhihar seperti itu sudah sama dengan menthalak isteri. Maka Khaulah mengadukan hal itu kepada Rasulullah s.a.w. Rasulullah menjawab, bahwa dalam hal ini belum ada keputusan dari Allah. Dan pada riwayat yang lain Rasulullah mengatakan: â€Engkau telah diharamkan bersetubuh dengan diaâ€. Lalu Khaulah berkata: â€Suamiku belum menyebutkan kata-kata thalak†Kemudian Khaulah berulang kali mendesak Rasulullah supaya menetapkan suatu keputusan dalam hal ini, sehingga kemudian turunlah ayat ini dan ayat-ayat berikutnya. |
||
|
الَّذÙينَ ÙŠÙØ¸ÙŽØ§Ù‡ÙرÙونَ
Ù…ÙنكÙÙ… مّÙÙ† Ù†Ù‘ÙØ³ÙŽØ§Ø¦ÙÙ‡ÙÙ… مَّا Ù‡Ùنَّ Ø£ÙمَّهَاتÙÙ‡Ùمْ Ø¥Ùنْ Ø£ÙمَّهَاتÙÙ‡Ùمْ Ø¥Ùلَّا اللَّائÙÙŠ
وَلَدْنَهÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙنَّهÙمْ Ù„ÙŽÙŠÙŽÙ‚ÙولÙونَ Ù…Ùنكَراً مّÙÙ†ÙŽ الْقَوْل٠وَزÙوراً ÙˆÙŽØ¥Ùنَّ
اللَّهَ لَعَÙÙوٌّ غَÙÙورٌ
2. Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. |
||
|
وَالَّذÙينَ ÙŠÙØ¸ÙŽØ§Ù‡ÙرÙونَ Ù…ÙÙ† Ù†Ù‘ÙØ³ÙŽØ§Ø¦ÙÙ‡Ùمْ Ø«Ùمَّ يَعÙودÙونَ
Ù„Ùمَا قَالÙوا ÙَتَØÙ’رÙير٠رَقَبَة٠مّÙÙ† قَبْل٠أَن يَتَمَاسَّا ذَلÙÙƒÙمْ تÙوعَظÙونَ
بÙه٠وَاللَّه٠بÙمَا تَعْمَلÙونَ خَبÙيرٌ
3. Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
||
|
ÙÙŽÙ…ÙŽÙ† لَّمْ ÙŠÙŽØ¬ÙØ¯Ù’ ÙَصÙيَام٠شَهْرَيْنÙ
Ù…ÙØªÙŽØªÙŽØ§Ø¨Ùعَيْن٠مÙÙ† قَبْل٠أَن يَتَمَاسَّا ÙÙŽÙ…ÙŽÙ† لَّمْ ÙŠÙŽØ³Ù’ØªÙŽØ·ÙØ¹Ù’ ÙÙŽØ¥ÙØ·Ù’Ø¹ÙŽØ§Ù…Ù Ø³ÙØªÙ‘Ùينَ
Ù…ÙØ³Ù’ÙƒÙيناً ذَلÙÙƒÙŽ Ù„ÙØªÙؤْمÙÙ†Ùوا Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠وَرَسÙولÙه٠وَتÙلْكَ ØÙدÙود٠اللَّهÙ
ÙˆÙŽÙ„ÙلْكَاÙÙØ±Ùينَ عَذَابٌ Ø£ÙŽÙ„Ùيمٌ
4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih. |
||
|
Ø¥Ùنَّ الَّذÙينَ ÙŠÙØÙŽØ§Ø¯Ù‘Ùونَ اللَّهَ وَرَسÙÙˆÙ„ÙŽÙ‡Ù ÙƒÙØ¨ÙتÙوا
كَمَا ÙƒÙØ¨Ùتَ الَّذÙينَ Ù…ÙÙ† قَبْلÙÙ‡Ùمْ وَقَدْ أَنزَلْنَا آيَات٠بَيّÙنَات٠وَلÙلْكَاÙÙØ±Ùينَ
عَذَابٌ مّÙÙ‡Ùينٌ
5. Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan. |
||
|
يَوْمَ يَبْعَثÙÙ‡Ùم٠اللَّه٠جَمÙيعاً ÙÙŽÙŠÙÙ†ÙŽØ¨Ù‘ÙØ¦ÙÙ‡ÙÙ… بÙمَا
عَمÙÙ„Ùوا Ø£ÙŽØÙ’صَاه٠اللَّه٠وَنَسÙوه٠وَاللَّه٠عَلَى ÙƒÙلّ٠شَيْء٠شَهÙيدٌ
6. Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. |
||
|
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَم٠مَا ÙÙÙŠ السَّمَاوَات٠وَمَا ÙÙÙŠ الْأَرْض٠مَا ÙŠÙŽÙƒÙونÙ
Ù…ÙÙ† نَّجْوَى ثَلَاثَة٠إÙلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽ Ø±ÙŽØ§Ø¨ÙØ¹ÙÙ‡Ùمْ وَلَا خَمْسَة٠إÙلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽ Ø³ÙŽØ§Ø¯ÙØ³ÙÙ‡Ùمْ
وَلَا أَدْنَى Ù…ÙÙ† ذَلÙÙƒÙŽ وَلَا أَكْثَرَ Ø¥Ùلَّا Ù‡ÙÙˆÙŽ مَعَهÙمْ أَيْنَ مَا كَانÙوا Ø«Ùمَّ ÙŠÙÙ†ÙŽØ¨Ù‘ÙØ¦ÙÙ‡ÙÙ…
بÙمَا عَمÙÙ„Ùوا يَوْمَ الْقÙيَامَة٠إÙنَّ اللَّهَ بÙÙƒÙلّ٠شَيْء٠عَلÙيمٌ
7. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. |
||
|
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ
Ù†ÙÙ‡Ùوا عَن٠النَّجْوَى Ø«Ùمَّ يَعÙودÙونَ Ù„Ùمَا Ù†ÙÙ‡Ùوا عَنْه٠وَيَتَنَاجَوْنَ Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ø¥ÙØ«Ù’Ù…Ù
ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¹ÙØ¯Ù’وَان٠وَمَعْصÙيَت٠الرَّسÙÙˆÙ„Ù ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ جَاؤÙوكَ ØÙŽÙŠÙ‘َوْكَ بÙمَا لَمْ ÙŠÙØÙŽÙŠÙ‘ÙÙƒÙŽ
بÙه٠اللَّه٠وَيَقÙولÙونَ ÙÙÙŠ Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙÙ‡Ùمْ لَوْلَا ÙŠÙØ¹ÙŽØ°Ù‘ÙØ¨Ùنَا اللَّه٠بÙمَا Ù†ÙŽÙ‚Ùول٠ØÙŽØ³Ù’بÙÙ‡Ùمْ
جَهَنَّم٠يَصْلَوْنَهَا ÙÙŽØ¨ÙØ¦Ù’سَ الْمَصÙيرÙ
8. Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: â€Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?†Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø¥ÙØ°ÙŽØ§
تَنَاجَيْتÙمْ Ùَلَا تَتَنَاجَوْا Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ø¥ÙØ«Ù’Ù…Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¹ÙØ¯Ù’وَان٠وَمَعْصÙيَت٠الرَّسÙول٠وَتَنَاجَوْا
Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ø¨ÙØ±Ù‘٠وَالتَّقْوَى وَاتَّقÙوا اللَّهَ الَّذÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù ØªÙØÙ’Ø´ÙŽØ±Ùونَ
9. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan. |
||
|
Ø¥Ùنَّمَا النَّجْوَى
Ù…ÙÙ†ÙŽ الشَّيْطَان٠لÙÙŠÙŽØÙ’زÙÙ†ÙŽ الَّذÙينَ آمَنÙوا وَلَيْسَ Ø¨ÙØ¶ÙŽØ§Ø±Ù‘ÙÙ‡Ùمْ شَيْئاً
Ø¥Ùلَّا Ø¨ÙØ¥Ùذْن٠اللَّه٠وَعَلَى اللَّه٠ÙÙŽÙ„Ù’ÙŠÙŽØªÙŽÙˆÙŽÙƒÙ‘ÙŽÙ„Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ
10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal. |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ
آمَنÙوا Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù‚Ùيلَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ تَÙَسَّØÙوا ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙŽØ¬ÙŽØ§Ù„ÙØ³Ù ÙَاÙْسَØÙوا ÙŠÙŽÙْسَØÙ
اللَّه٠لَكÙمْ ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù‚Ùيلَ Ø§Ù†Ø´ÙØ²Ùوا ÙÙŽØ§Ù†Ø´ÙØ²Ùوا يَرْÙَع٠اللَّه٠الَّذÙينَ آمَنÙوا
Ù…ÙنكÙمْ وَالَّذÙينَ Ø£ÙوتÙوا الْعÙلْمَ دَرَجَات٠وَاللَّه٠بÙمَا تَعْمَلÙونَ خَبÙيرٌ
11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: â€Berlapang-lapanglah dalam majlisâ€, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: â€Berdirilah kamuâ€, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
||
|
يَا أَيّÙهَا الَّذÙينَ آمَنÙوا Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ نَاجَيْتÙم٠الرَّسÙولَ ÙَقَدّÙÙ…Ùوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكÙمْ
صَدَقَةً ذَلÙÙƒÙŽ خَيْرٌ لَّكÙمْ وَأَطْهَر٠ÙÙŽØ¥ÙÙ† لَّمْ ØªÙŽØ¬ÙØ¯Ùوا ÙÙŽØ¥Ùنَّ اللَّهَ غَÙÙورٌ رَّØÙيمٌ
12. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
||
|
أَأَشْÙَقْتÙمْ Ø£ÙŽÙ† تÙقَدّÙÙ…Ùوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكÙمْ صَدَقَات٠ÙÙŽØ¥ÙØ°Ù’ لَمْ تَÙْعَلÙوا
وَتَابَ اللَّه٠عَلَيْكÙمْ ÙÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙيمÙوا الصَّلَاةَ وَآتÙوا الزَّكَاةَ ÙˆÙŽØ£ÙŽØ·ÙيعÙوا اللَّهَ
وَرَسÙولَه٠وَاللَّه٠خَبÙيرٌ بÙمَا تَعْمَلÙونَ
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. |
||
|
أَلَمْ تَرَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الَّذÙينَ تَوَلَّوْا قَوْماً
ØºÙŽØ¶ÙØ¨ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙÙ… مَّا Ù‡ÙÙ… مّÙنكÙمْ وَلَا Ù…ÙنْهÙمْ ÙˆÙŽÙŠÙŽØÙ’Ù„ÙÙÙونَ عَلَى Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ°ÙØ¨Ù
ÙˆÙŽÙ‡Ùمْ يَعْلَمÙونَ
14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. |
||
|
أَعَدَّ اللَّه٠لَهÙمْ عَذَاباً شَدÙيداً Ø¥ÙنَّهÙمْ سَاء مَا كَانÙوا
يَعْمَلÙونَ
15. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. |
||
|
اتَّخَذÙوا أَيْمَانَهÙمْ جÙنَّةً ÙَصَدّÙوا عَن سَبÙيل٠اللَّه٠ÙÙŽÙ„ÙŽÙ‡Ùمْ
عَذَابٌ مّÙÙ‡Ùينٌ
16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan. |
||
|
Ù„ÙŽÙ† ØªÙØºÙ’Ù†ÙÙŠÙŽ عَنْهÙمْ أَمْوَالÙÙ‡Ùمْ وَلَا أَوْلَادÙÙ‡ÙÙ… مّÙÙ†ÙŽ اللَّهÙ
شَيْئاً Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ أَصْØÙŽØ§Ø¨Ù النَّار٠هÙمْ ÙÙيهَا Ø®ÙŽØ§Ù„ÙØ¯Ùونَ
17. Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya. |
||
|
يَوْمَ يَبْعَثÙÙ‡ÙÙ…Ù
اللَّه٠جَمÙيعاً ÙÙŽÙŠÙŽØÙ’Ù„ÙÙÙونَ لَه٠كَمَا ÙŠÙŽØÙ’Ù„ÙÙÙونَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙŠÙŽØÙ’سَبÙونَ أَنَّهÙمْ عَلَى شَيْء٠أَلَا
Ø¥ÙنَّهÙمْ Ù‡ÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ§Ø°ÙØ¨Ùونَ
18. (Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Alla) lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta. |
||
|
اسْتَØÙ’وَذَ عَلَيْهÙم٠الشَّيْطَان٠ÙَأَنسَاهÙمْ ذÙكْرَ
اللَّه٠أÙوْلَئÙÙƒÙŽ ØÙزْب٠الشَّيْطَان٠أَلَا Ø¥Ùنَّ ØÙزْبَ الشَّيْطَان٠هÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’Ø®ÙŽØ§Ø³ÙØ±Ùونَ
19. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. |
||
|
Ø¥Ùنَّ الَّذÙينَ ÙŠÙØÙŽØ§Ø¯Ù‘Ùونَ اللَّهَ وَرَسÙولَه٠أÙوْلَئÙÙƒÙŽ ÙÙÙŠ الأَذَلّÙينَ
20. Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. |
||
|
كَتَبَ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ù„ÙŽØ£ÙŽØºÙ’Ù„ÙØ¨ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ أَنَا ÙˆÙŽØ±ÙØ³ÙÙ„ÙÙŠ Ø¥Ùنَّ اللَّهَ Ù‚ÙŽÙˆÙيٌّ عَزÙيزٌ
21. Allah telah menetapkan: â€Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menangâ€. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. |
||
|
لَا ØªÙŽØ¬ÙØ¯Ù قَوْماً ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùونَ Ø¨ÙØ§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’ÙŠÙŽÙˆÙ’Ù…Ù Ø§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±Ù ÙŠÙوَادّÙونَ مَنْ
ØÙŽØ§Ø¯Ù‘ÙŽ اللَّهَ وَرَسÙولَه٠وَلَوْ كَانÙوا آبَاءهÙمْ أَوْ أَبْنَاءهÙمْ
أَوْ Ø¥ÙØ®Ù’وَانَهÙمْ أَوْ عَشÙيرَتَهÙمْ Ø£ÙوْلَئÙÙƒÙŽ كَتَبَ ÙÙÙŠ Ù‚ÙÙ„ÙوبÙÙ‡ÙÙ…Ù
الْإÙيمَانَ وَأَيَّدَهÙÙ… Ø¨ÙØ±ÙÙˆØÙ مّÙÙ†Ù’Ù‡Ù ÙˆÙŽÙŠÙØ¯Ù’Ø®ÙÙ„ÙÙ‡Ùمْ جَنَّات٠تَجْرÙÙŠ
Ù…ÙÙ† تَØÙ’تÙهَا Ø§Ù„Ù’Ø£ÙŽÙ†Ù’Ù‡ÙŽØ§Ø±Ù Ø®ÙŽØ§Ù„ÙØ¯Ùينَ ÙÙيهَا رَضÙÙŠÙŽ اللَّه٠عَنْهÙمْ وَرَضÙوا
عَنْه٠أÙوْلَئÙÙƒÙŽ ØÙزْب٠اللَّه٠أَلَا Ø¥Ùنَّ ØÙزْبَ اللَّه٠هÙم٠الْمÙÙÙ’Ù„ÙØÙونَ
22. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan [1463] yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. [1463] Yang dimaksud dengan â€pertolongan†ialah kemauan bathin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh dan lain lain. |
||







